Menikmati hasil kerja sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar karena ini merupakan bentuk dari self-reward setelah bekerja keras mencari nafkah. Ada banyak bentuk dari self-reward ini mulai dari pergi berlibur, makan di luar, membeli barang yang diinginkan, atau sekedar menikmati hobi yang digeluti seperti olahraga ataupun bermain game.
Meski begitu, penting untuk tetap menjaga batasan dan tidak terlalu berlebihan demi menjaga kesehatan finansial. Hal ini perlu menjadi perhatian karena tidak sedikit juga yang terlalu berlebih dalam menikmati hasil kerja sehingga gaji atau pendapatan yang diterima menjadi cepat habis padahal masih ada tanggungan yang belum terpenuhi.

Bagaimana Cara Menikmati Penghasilan Secara Bijak?
Satu hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah menikmati hasil kerja itu bukan berarti sampai menghabiskan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan. Memang terasa sangat menyenangkan ketika bisa memenuhi segala keinginan dan kebutuhan.
Akan tetapi, kebiasaan tersebut jika terus dilakukan tanpa perencanaan yang matang justru bisa menyebabkan kesulitan ketika menghadapi kondisi darurat. Begitu juga sebaliknya, menabung secara berlebihan sampai-sampai tidak pernah menikmati hasil kerja juga tidak disarankan.
Bagaimanapun juga, memberikan penghargaan atau apresiasi kepada diri sendiri juga penting. Jadi, yang menjadi kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan antara budget yang dikeluarkan untuk self-reward dengan anggaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus untuk persiapan di masa depan, seperti menabung, investasi, hingga dana darurat.
Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisa menikmati hasil kerja tanpa mengganggu kondisi keuangan.
Tetapkan Anggaran untuk Self-Reward
Kesalahan umum yang kerap kali terlewatkan adalah tidak menyediakan anggaran khusus untuk self-reward. Akibatnya, pengeluaran untuk memanjakan diri sering kali diambil dari tabungan atau dana untuk kebutuhan lain. Karena itu, menetapkan anggaran sejak awal merupakan langkah yang penting supaya kondisi keuangan tidak terganggu dan tetap bisa menikmati hasil kerja tanpa rasa khawatir.
Pisahkan Keinginan dan Kebutuhan
Selanjutnya pisahkan juga antara keinginan dan kebutuhan. Prioritaskan terlebih dahulu pengeluaran penting seperti belanja kebutuhan bulanan, biaya sekolah, cicilan, serta tagihan rutin. Setelah semua kewajiban finansial tersebut terpenuhi, barulah sisa dana bisa dialokasikan untuk self-reward sesuai anggaran yang sudah ditetapkan.
Sisihkan Tabungan Sejak Awal
Biasakan juga untuk menyisihkan sebagian penghasilan setelah menerima gaji. Dengan cara ini, dana untuk tabungan masa depan maupun dana darurat tetap terjaga.
Frequently Asked Questions
1. Berapa persen penghasilan sebaiknya ditabung?
Meskipun tidak ada angka yang mutlak, disarankan untuk menyisihkan penghasilan di kisaran 10-20% dari pendapatan untuk ditabung.
2. Apakah menikmati hasil kerja termasuk pemborosan?
Tidak, menikmati hasil kerja bukanlah pemborosan selama tidak sampai terlalu berlebihan dan dilakukan secara terencana.
3. Mengapa perlu menyiapkan dana darurat?
Dana darurat sangat penting untuk disiapkan karena dapat membantu melindungi stabilitas keuangan dari kejadian yang tidak terduga di masa depan.
4. Apakah self-reward boleh dilakukan setiap bulan?
Boleh, dengan catatan tidak sampai mengganggu kondisi keuangan dan semua kewajiban finansial masih bisa terpenuhi dengan baik.
