Menjalani profesi sebagai seorang freelancer memang bisa menjadi pilihan yang menarik karena ada beberapa kelebihan yang menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari fleksibilitas jam kerja, bisa bekerja di mana saja, serta berpeluang mendapatkan penghasilan yang besar.
Apalagi di era serba digital seperti sekarang yang semakin membuka peluang bagi mereka yang ingin menjadi freelancer. Namun, di balik daya tarik dan beberapa kelebihan yang ditawarkan, profesi freelancer ini juga tidak sepenuhnya ‘aman’ untuk jangka panjang.
Hal tersebut dikarenakan tidak ada jaminan 100% seorang freelancer bisa secara rutin mendapatkan project atau tawaran pekerjaan dari klien. Dengan situasi pekerjaan yang tidak selalu ‘ada’ ini serta ditambah terus meningkatnya jumlah freelancer secara global, maka sangat penting bagi yang menjadi profesi ini untuk bisa mengatur keuangan dengan sebijak dan sebaik mungkin.

3 Cara Mengatur Keuangan Freelancer
Memang pendapatan yang diterima oleh freelancer bisa berubah tiap bulannya karena tergantung dari seberapa banyak jumlah project yang diperoleh. Oleh karena itu, tanpa adanya perencanaan keuangan yang baik maka risikonya bisa berdampak langsung pada kondisi finansial.
Agar penghasilan tetap bisa dikelola dengan baik setiap bulannya, berikut beberapa cara mengatur keuangan untuk freelancer yang bisa menjadi referensi.
Catat Seluruh Pemasukan
Mulailah membiasakan diri untuk mencatat seluruh pemasukan yang diterima berapa pun nominalnya. Dengan begitu, total pendapatan tiap bulannya dapat diketahui dengan lebih jelas sehingga dalam penyusunan anggaran maupun perencanaan keuangan menjadi lebih mudah sekaligus terarah.
Buatlah Rencana Anggaran yang Realistis
Selanjutnya, dalam menyusun anggaran bulanan juga mesti realistis dan cobalah untuk menerapkan metode 50/30/20. Jadi, 50% penghasilan dari freelance ini diperuntukkan untuk kebutuhan sehari-hari, 30% untuk kebutuhan di luar pengeluaran utama, lalu sisanya sebanyak 20% bisa disisihkan untuk ditabung.
Siapkan Dana Darurat
Berhubung pendapatan freelancer tidak selalu tetap, ada baiknya untuk menyiapkan dana darurat. Dengan memiliki dana darurat, maka bisa menjadi solusi perlindungan finansial ketika jumlah proyek sedang menurun.
Frequently Asked Questions
1. Apakah freelancer perlu memiliki rekening terpisah?
Perlu. Dengan memiliki rekening yang terpisah akan memudahkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran sekaligus menghindari tercampurnya uang bisnis dan pribadi.
2. Apakah freelancer perlu memiliki dana darurat?
Perlu. Dana darurat penting untuk mengantisipasi ketika proyek sedang berkurang, pembayaran dari klien yang terlambat, atau muncul kebutuhan-kebutuhan yang mendesak.
3. Apa yang harus dilakukan jika pembayaran klien terlambat?
Gunakan cadangan kas atau dana darurat yang sudah disiapkan dan sebisa mungkin hindari bergantung pada satu sumber penghasilan saja.
4. Apa kesalahan keuangan yang cukup sering dilakukan oleh freelancer?
Beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan di antaranya tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran, mencampur rekening pribadi dengan rekening bisnis, serta tidak menyisihkan penghasilan untuk tabungan atau dana darurat.
